Kamis, Februari 12, 2009

Cara Bernyanyi Yang Baik (Part Two)

Berikut ini adalah Dasar-Dasar Tekhnik Bernafas untuk Menyanyi. Cara yang paling gampang untuk mengetahui bagaimana kamu harus bernafas untuk bernyanyi adalah dengan merasakannya. Apabila kita dapat bernafas untuk bernyanyi dengan cara merasakannya dan memvisualisasikannya, maka kamu dapat membuat proses latihan menjadi lebih natural. Bagi mereka yang punya masalah dengan pernafasan atau paru-paru, latihan tentu disesuaikan dengan takaran yang ringan dulu.

Penarikan Nafas

Dalam menyanyikan lagu-lagu, seorang penyanyi haruslah dapat menarik nafas penuh dan dengan jumlah udara yang banyak dalam tempo waktu yang sangat pendek atau disebut – Quick Inhalation. Tentu musik orchestra tidak dapat menunggu terlalu lama untuk kamu menghirup udara. Seorang penyanyi yang tidak terlatih pernafasannya akan mengalami kesulitan melakukan Quick Inhalation karena proses ini dilakukan dengan cepat sehingga si penyanyi akan kelihatan ngos-ngosan dan/atau postur tubuh dapat menjadi tidak sempurna (mungkin dada membusung, muka menjadi tegang, pundak naik-turun, nafas terputus dan lain sebagainya). Latihan-latihan berikut ini dapat dilakukan untuk mengekspolarsi pernafasan kamu. Rasakan bagaimana tubuh kamu bergerak pada saat menarik dan menghembus nafas.

Tarik nafas seolah-olah udara yang masuk ke hidung itu benar-benar berat sekali. Visualisasikan tarikan nafas itu seolah-olah beratnya 20kg lalu biarkan nafas yang berat itu jatuh kedalam tubuhmu.
Biarkan nafas yang berat itu jatuh ke bagian pusar. Rasakan sensasi berat ini.
Sekarang dengan tempo yang cepat sekali ikuti pola nomor 1 dan nomor 2 dengan tetap memvisualisasikan beban berat itu.
Lakukan latihan ini setiap hari selama 10 menit.

Sensasi mengisi paru-paru kita dengan udara sampai penuh dengan sangat cepat inilah cara bernafas kalau kamu mau menyanyi. Beban berat yang divisualisasikan itu digunakan untuk latihan sehingga kamu dapat menarik nafas dengan entengnya pada saat menyanyi.

Latihan kontrol pernafasan ini akan membuat kamu banyak menguap. Ini karena tubuh kita bingung dengan perbedaan jumlah udara yang masuk ke paru-paru. Murid-murid yang baru belajar vocal biasanya malu-malu kalau menguap pada saat latihan karena takut disangka tidak konsentrasi. Namun faktanya hal ini adalah normal. Jadi jangan khawatir kalau kamu banyak menguap pada saat melakukan latihan rutin.

Penghembusan Nafas

Bernyanyi berarti kamu harus mengontrol penghembusan nafas kamu. Kamu mesti dapat melakukan penghembusan nafas secara perlahan dan terus menerus secara mulus. Dengan kendali nafas seperti ini, kamu dapat bernyanyi untuk lagu-lagu yang bernada tinggi dan lirik lagu yang lambat memanjang.

Untuk mengeksplorasi penghembusan nafas, kamu dapat melakukan latihan ini.

Cobalah ambil bulu ayam dan tiup bulu ayam tersebut di kamar kamu.
Pastikan tiupan nafasmu itu panjang sehingga bulu ayamnya dapat bergerak terus menerus akibat udara yang dihembuskan. Jadi jeda untuk kamu menghirup udara dalam jumlah yang banyak adalah sangat pendek.
Pada saat kamu meniup bulu ayam tersebut, pastikan dada dan pundak anda tidak bergerak turun naik. Jadi hanya diafragma yang bekerja sehingga perut menjadi kembang kempis.
Lakukan aktifitas ini setiap hari sekitar 15 menit.

Postur Tubuh pada saat Bernafas

Bernafas secara efisien pada saat bernyanyi merupakan kombinasi dari kemampuan berpostur sempurna pada saat melantunkan lagu dan keahlian menarik dan menghembus nafas. Ingatlah bahwa postur tubuh itu sangat penting. Dengan postur tubuh yang baik, kamu dapat bernafas dengan dalam dan menarik nafas penuh dengan tempo yang tidak terlalu lama. Apabila tubuh kamu agak membungkung atau malah agak tegang, diafragma kamu akan terkunci dan kamu akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan pola nafas yang baik untuk bernyanyi. Apabila pengendalian nafas dan postur tubuh kamu bekerja sebagai suatu tim, kamu dapat menyanyi lebih baik.

Intinya adalah bagaimana postur tubuh mendukung proses bernafas yang baik sehingga pengambilan dan penghembusan nafas menjadi efisien dan mudah.

Kedua tangan kamu dapat membantu untuk memudahkan pengendalian postur tubuh. Pada saat latihan bernafas baik pada saat latihan penarikan nafas maupun penghembusan nafas sebagaimana dijelaskan diatas, letakkan salah satu tangan di perut kamu dan satunya lagi di dada kamu. Pada saat kamu menarik nafas, gunakan tangan kamu untuk merasakan apakah dada kamu tetap tidak bergerak. Yang kamu perlu pastikan adalah baik pada saat menarik nafas maupun menghembus nafas, dada dan pundak kamu tidak bergerak sama sekali. Kenapa dada dan pundak kamu tidak boleh bergerak pada saat tarik dan hembus nafas?

Pada dasarnya apabila dada kamu ikut bergerak naik pada saat kamu menarik nafas, kamu akan memberikan tekanan yang tidak perlu pada otot-otot dada, leher dan muka kamu. Penekanan pada dada dan leher kamu ini akan mengurangi kemampuan kamu untuk melantunkan lagu secara sempurna dan akan membuat kamu kehabisan nafas lebih cepat. Ini harus dihindari. Dengan tangan kamu yang satunya lagi, kamu akan merasakan perut kamu masuk pada saat kamu menghembuskan nafas dan keluar pada saat kamu menarik nafas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar